Don’t Hate The Game…

… hate the players?

Ada sebuah lagu yang sekilas terdengar enak didengar di telinga gw…

tapi setelah gw dengerin baik2, ternyata sebagian besar –jika tidak boleh dikatakan semua– yang didesahkan dalam lirik lagu ini sangat akurat dengan tipikal relationship cowo-cewe zaman Indigo ini…

“If I were a girl… I wouldn’t play games”

Pernah nonton Gossip Girl? Film setengah jadul How to Lose A Guy in 10 Days? atau Sex in The City? Meski sekedar film, tp jika kamu jeli melihatnya sebagai ilustrasi dari realita di sekitarmu…

Maka kamu pasti ngerti arti sebenarnya dibalik cuplikan lirik tersebut…

“If you were a boy
then girl you’d understand
you need to stop listening to your friends
love, respect and trust your man”

Sebait lirik yang gw gak perlu ngasih penjelasan panjang lebar, gw kasih salut luar biasa untuk LA Lights yang udah mbikin campaign berikut ;-)

Kalo menurut gw, yg diperlukan adalah kesadaran untuk memaklumi kekurangan masing2…

“But you are not a boy,
so you can’t understand
You are not a perfect woman
and I am not a perfect man”

…tapi bukan sekedar pasrah menerima kekurangan. Kalau bisa saling mendukung untuk sama2 becoming a better man and better woman…

Why not?

Inspired by:

If I Were A Boy (Remix)
Beyonce ft. R. Kelly

If I were a boy
even just for a day
I’d roll out of bed in the morning
and throw on what I wanted and go

Drink beer with the guys
and chase after girls
I’d kick it with who I wanted
and I’d never get confronted for it
cause they stick up for me

If I were a boy
I think I could understand
How it feels to love a girl
I swear I’d be a better man
I’d listen to her
Cause I know how it hurts
When you lose the one you wanted
Cause he’s taking you for granted
And everything you had got destroyed

(R. Kelly)
If you were a boy
then girl you’d understand
you need to stop listening to your friends
love, respect and trust your man

So I go to clubs with the guys
and sometimes flirt with the girls
I should be able to roll out
as long as I’m coming home to you
and give you the world

But you are not a boy,
so you dont have a clue (ey)
How I work and pay the bills
girl everything I do is for you (eh eh)

(Beyonce)
I’d listen to her
Cause I know how it hurts
When you lose the one you wanted
Cause he’s taking you for granted
And everything you had got destroyed

If I were a Boy (Beyonce)

If I were a Girl (Kelly)

I would turn off my phone (Beyonce)

I wouldn’t play games (Kelly)

Tell everyone it’s broken
so they’d think that I was sleeping alone (Beyonce)

Girl you know thats wrong (Kelly)

I’d put myself first
and make the rules as I go
Cause I know that she’ll be faithful,
waiting for me to come home, to come home.

But you are not a boy,
so you can’t understand
You are not a perfect woman
and I am not a perfect man (remix,remix)

I’d listen to her (eh eh)
Cause I know how it hurts (Kelly: and I know how you feel)
When you lose the one you wanted
Cause he’s taking you for granted
And everything you had got destroyed

Kelly: Said I’m sorry

It’s a little too late for you to come back

but I cant let you go
cause I’m too attached (Kelly)

If you thought I would wait for you
you thought wrong

But you’re just a boy

Lyrics source

Tips Ampuh Mencuci Pikiran Kotor, Jorok, Porno pula’!

MAAF…! KAUM WANITA DILARANG MEMBACA artikel ini…

Artikel ini hanya untuk KAUM PRIA yang pikirannya sering JOROK, yang pikirannya suka ngelantur KOTOR, yang suka berkhayal PORNO, khususnya para kaum muda yang banyak sekali bertanya melalui SMS ke Radio Sonora 92.0 FM pada sesi Terapi Musik, setiap minggu malam jam 22:00-24:00

Sekali lagi maaf untuk Anda kaum wanita, kecuali bila Anda mau mengambil resiko tersebut, mungkin untuk di-forward ke teman pria Anda yang “piktor” he he…

Artikel ini juga baik sekali untuk para Ortu, dalam mengatasi putra-putra remaja Anda yang sering muncul pikiran kotor, pikiran jorok, tapi belum tahu cara efektif untuk mengatasinya. Umumnya, kita hanya melarang. Repotnya, khayalan gak bisa dilarang, gak bisa dilihat oleh orang lain he he…

Nah, sebelum digunakan untuk orang lain, marilah kita gunakan untuk diri kita sendiri dulu, sebagai sesama kaum pria, yang pasti pernah mengalami situasi ini saat remaja…

Dari penulis: Krishnamurti

————————————————————————–

Mengapa pikiran kotor sering muncul?

Manusia memang sudah di-install oleh sang Pencipta sebuah kemampuan yang dahsyat, yakni kemampuan berimajinasi. Nah, kemampuan ini bisa digunakan untuk kebaikan, juga bisa digunakan untuk keburukan. Berimajinasi membangun impian, cita-cita, harapan di masa depan, tentulah dapat berefek baik dan menimbulkan semangat untuk berkarya.

Berkhayal imajinasi seksual yang berhubungan dengan pengalaman cinta kasih, bisa berdampak baik bila digunakan sebagai terapi diri, khususnya kaum pria yang mengalami masalah dengan kemampuan seksual.

Nah, berkhayal imajinasi seksual yang bersifat porno, tentu bisa berdampak buruk, bahkan kontra produktif. Mengapa demikian? Karena ternyata, khayalan porno tersebut seperti video yang bisa diputar ulang, diputar ulang dan diputar ulang. Karena kita menyimpan video tersebut di pikiran kita, maka tanpa disadari kita bebas memutar ulang video ini, kapanpun kita mau putar. Dan, hal ini dapat menimbulkan masalah lain di dalam diri, kitapun menjadi kontra produktif. Lalu, pertanyaannya…

Bisakah Video tersebut dibuang dari pikiran kita?

Tentu sangatlah bisa, hanya perlu sebuah keberanian saja. Ya, sebuah keberanian untuk mengambil keputusan. Keputusan untuk membuang video porno tersebut, untuk menghapus film kotor tersebut, untuk menghancurkan mesin pemutar di dalam pikiran kita sendiri, sehingga video tersebut tidak bisa diputar kembali.

Nah, kuncinya ternyata sesederhana itu. Setelah kita berani mengambil keputusan, maka cara untuk membuang video tersebutpun menjadi sangatlah mudah.

Berikut ini salah satu ide sederhana yang ternyata sangat efektif. Ide solusi ini berawal dari banyaknya SMS yang masuk ke Radio Sonora di Acara Terapi Musik, yang ditayangkan setiap minggu malam jam 22:00-24:00 secara nasional di 9 kota besar di Indonesia. Pertanyaan yang masuk ini, justru menjadi refleksi diri saya sendiri sebagai seorang pria. Setelah saya mempelajari proses saya membuang video ini, barulah saya sharingkan ke para pendengar Radio Sonora dan sekarang saya posting ke website ini, agar lebih banyak lagi orang yang bisa melakukan terapi ini sendiri, tanpa perlu bantuan orang lain… Cara berpikir dasarnya adalah…

“Jika Anda bisa membuka , maka Andapun bisa menutup”

Itulah mindset dasar untuk mencuci pikiran kotor yang porno, yang sering dimunculkan secara “tidak disadari” oleh kaum pria, termasuk saya saat masih remaja  he he he… Saya ingat sekali, di saat remaja saya berkhayal tentang seorang wanita muda seksi yang sebenarnya TIDAK ADA, hanya muncul dalam khayalan saya saja. Dan ternyata, sering saya putar imajinasi ini dalam benak saya, bahkan sangat sering. Kayak orang gila, kan? he he…

Sepertinya memori ini saya sudah buang, tidak pernah saya pikirkan lagi, saya selalu men-switch bila pikiran tersebut muncul. Tapi apa dampaknya? Semakin kuat niat saya untuk menghapusnya, semakin kuat pula pikiran porno tersebut muncul, bukan? Anda mungkin punya pengalaman yang sama he he…

Oh oh, semakin ditolak, semakin muncul…. Jadi?

Jangan ditolak, diterima saja. Disadari saja, bahwa potensi yang telah diberikan oleh Sang Pencipta, masih kita gunakan untuk hal-hal yang belum bermanfaat untuk diri ini, apalgi untuk orang banyak dan kehidupan ini. Lalu, setelah “kekeliruan” tersebut bisa diterima, barulah kita putar ulang video porno pikiran kita tersebut dengan kesadaran yang baru, mari kita main-main…

1. Ambillah posisi yang nyaman, boleh duduk, boleh tiduran, yang penting nyaman… Pejamkan mata, sangatlah membantu. Mari pejamkan mata sejenak…

2. Sekarang, bayangkan diri Anda sedang melihat diri Anda nonton video porno yang hanya ada dipikiran Anda, video porno ini memang tidak akan pernah ada di pasaran, karena memang hanya ada di pikiran Anda.

3. Putarlah perlahan-lahan video porno tersebut, karena ini adalah kesempatan terakhir untuk menontonya. Bukalah pakaian wanita yang ada di video tersebut, satu per satu. Lihatlah dengan kesadaran. Terus nikmati dan nikmati, sampai Anda putuskan untuk SELESAI menikmatinya…

4. Setelah Anda mengambil keputusan, sekarang buat imajinasi baru yakni menutup kembali wanita yang tadi Anda telanjangi dengan pakaian dalamnya satu persatu. Ganti bahan pakaiannya dengan besi, dengan logam, dengan baja. lalu di las, sehingga tidak bsia dibuka lagi. Terus pasangi lagi dirinya dengan baju baja, dengan mantel baja atau bungkus seluruh tubuhnya dengan pakaian baja yang sangat tebal, sehingga tidak bisa Anda buka lagi he he…

Ide tambahan dari Pembaca yakni Sdr GUN:Kurang dikit mas krishna. Abis pake baju besi, baju besi ada gemboknya trus kuncinya dibuang hehehe….”

Ide pelengkap dari Wirawan Yogya: “Kuncinya dibuang ke dalam lautan yang dalam, pak krishna”

Sekarang wanita tersebut sudah menggunakan baju baja yang sangat kuat dan tidak bisa dibuka lagi… Siapapun tidak bisa membuka pakaiannya… Siapapun…

5. Setelah selesai, simpanlah film baru tersebut di video yang lama, sehingga video lama hilang karena tertindih oleh film yang baru ini, lalu beri judul: VIDEO PORNO WANITA BERMANTEL BAJA TEBAL he he…

6. Putar video baru ini, apakah langsung muncul wanita bermantel baja tebal? Jika ya, artinya Anda sukses memprogram ulang pikiran kotor Anda. Ini sebuah sukses besar, karena setelah ini akan ada banyak hal yang bisa Anda selesaikan dalam hidup “pikiran” Anda sendiri, bukan?

7. Maafkan diri Anda yang sedang duduk nonton tersebut. Terimalah dia sebagai manusia baru yang luar biasa. Lalu, tarik nafas yang dalam, kembalilah ke posisi Anda saat ini.

Semua orang sukses di dunia ini, pernah mengalami hal yang kotor

Dengan kotor, kita belajar bersih…

Karena salah, kita tahu yang benar.

Karena hitam, kita bisa melihat putih.

Di dalam gelap, kita mensyukuri terang.

Yang terpenting adalah berani keluar dari kotor, mencuci diri agar tetap bersih.

Meninggalkan hitam, untuk menikmati yang putih.

Keluar dari gelap, agar karya menjadi terang.

Walau berat, teruslah berjalan dalam terang.

Memang sulit, namun mungkin diwujudkan.

Karena hidup adalah perjuangan.

Untuk dimenangkan, bukan dikeluhkan…

Dan, repotnya Anda bisa sih untuk menang!

Jadi? Menanglah dan jadilah BESAR!

Dengan mengalami hitam dan putih, sesungguhnya dapat membuat kita menjadi lebih bijaksana… Saat kita berhenti menilai, saat kita stop menghakimi orang lain, saat kita berhenti menjadi TUHAN dalam kehidupan ini, maka kebijaksanaan ini akan membuat hidup lebih damai dan lebih indah…

Surabaya, Novotel, 23 Mai 2009

Krishnamurti yang terus berjuang untuk bersih…

Source: PortalNLP.com – Tip Praktis#68: Tutup lagi aja “Mencuci Pikiran Kotor yang Porno”

Bill Gates’ rules for Kids!

Read this….. very cool!

Dear Colleagues & Friends
 
Here are a few rules of wisdom and this from the richest man in the world. They must be true!!!!
 
All the best
 
This should be posted in all schools and work places

Love him or hate him, he sure hits the nail on the head with this! Bill Gates recently gave a speech at a High School about 11 things they did not and will not learn in school. He talks about how feel-good, politically correct teachings created a generation of kids with no concept of reality and how this concept set them up for failure in the real world.

Rule 1: Life is not fair – get used to it!

Rule 2 : The world won’t care about your self-esteem. The world will expect you to accomplish something BEFORE you feel good about yourself.

Rule 3 : You will NOT make $60,000 a year right out of high school. You won’t be a vice-president with a car phone until you earn both.

Rule 4 : If you think your teacher is tough, wait till you get a boss.

Rule 5 : Flipping burgers is not beneath your dignity. Your Grandparents had a different word for burger flipping: they called it opportunity.

Rule 6: If you mess up, it’s not your parents’ fault, so don’t whine about your mistakes, learn from them. Parents stop babying your kids and giving them everything they want.

Rule 7: Before you were born, your parents weren’t as boring as they are now. They got that way from paying your bills, cleaning your clothes and listening to you talk about how cool you thought you were. So before you save the rain forest from the parasites of your parent’s generation, try delousing the closet in your own room.

Rule 8: Your school may have done away with winners and losers, but life HAS NOT. In some schools, they have abolished failing grades and they’ll give you as MANY TIMES as you want to get the right answer. This doesn’t bear the slightest resemblance to ANYTHING in real life.

Rule 9: Life is not divided into semesters. You don’t get summers off and very few employers are interested in helping you FIND YOURSELF. Do that on your own time..

Rule 10: Television is NOT real life. In real life people actually have to leave the coffee shop and go to jobs.

Rule 11: Be nice to nerds. Chances are you’ll end up working for one.

If you agree, pass it on.
If you can read this – Thank a teacher!
Most of all Thank A Veteran for keeping our country free so this can be passed on to someone else.

Source: TheProfec mailing list

Mario Teguh Golden Ways Notes #1

Jadilah pribadi yg terlalu mulia untuk ditaruh di zona tidak nyaman (contoh: miskin, bodoh)

Jika Anda ingin menjadi pribadi yg menarik maka jadilah pribadi yg tertarik kepada org lain


Berdamailah dengan yg sudah terjadi, tugas kita adalah menjadikan besok tidak lebih buruk dari yang sudah terjadi


Untuk tau kita benar ato salah, cek dengan org lain, sehingga tidak ada over conception (apaan sih ini?)

Contoh: kamu bicara dgn org ndeso yg ga bisa baca tulis dgn bhs inggris, jd org itu ga bs ngerti apa yg kmu sampaikan

Hanya org2 yg direncanakan naik yg mendapat gangguan turun
Contoh: kmu naik pangkat jd manager, jd smakin tajir, tpi jadi hoby clubbing

Bukan kebahagiaan yg membuat qta bersyukur, tpi bersyukurlah yg membuat qta bahagia

Sukses bkn akhir dr perjalanan, tpi adalah proses dlm perjalanan (merasa bahagia)

Mensyukuri yg sudah ada sebagai syarat kepantasan utk kepangkatan yg blm qta miliki

………………………….. Phew!!

Selalu kaya ditampar ampe merah2 tiap dapet sinopsis Mario Teguh Golden Ways…

Special thanks buat Ratna yang udah setia ngingetin gw nonton ‘marteg’ (Mario Teguh) dan ngebikinin sinopsisnya karena gw selalu gak sempet nonton hix hix… ;-)

A Glossy Song… “Good Times”

Found a sweet melancholic glossy song, while listening to Hard Rock 87.70 FM Bandung…

Good Times
Edie Brickell and the New Bohemians

You don’t even have to try,
it comes easy for you
The way you move is so appealing
it could make me cry
Go out driving with my friends
in Bobby’s big old beat-up car
I’m with a lot of people there,
I wonder where you are

Good times, bad times, gimme some of that
Good times, bad times, gimme some of that
Good times, bad times, gimme some of that

I don’t want to say goodbye,
don’t wanna walk you to the door
I’ve spent a little time with you,
I want a little more

Good times, bad times, gimme some of that
Good times, bad times, gimme some of that
Good times, bad times, gimme some of that

Good times, bad times, gimme some of that
Good times, bad times, gimme some of that
Good times, bad times, gimme some of that

Now I’ve got those good, good ,good times ???
Ain’t got those bad, bad, bad times ???
I’ve got those good, good, good ,good times ???

Source: http://www.songmeanings.net/songs/view/142052/

Starting Out with OSGi

OSGi the modularity system for Java . Since some people prefer mailing lists than Google to request introductory material, here’s my own.

The first thing you’ll need to start practicing is an OSGi distribution. Pick one of them below:

You should be able to get example projects for any of the above, and try OSGi bundles, usually by dropping the bundles into a pickup folder.

Osgi layer
Image via Wikipedia

Then get an IDE to start developing:

Happy OSGi-ing! :-)

baru “dhong” what OSGi is all about

Amsterdam servercluster in its own rack
Image via Wikipedia

OSGi…. comparison-nya dengan WebSphere , Tomcat, JBoss

Mereka mengepak sebuah "Application Server " beserta libraries-nya yang versinya udah ditentuin. Mulai dari servlet, JSP, JSF, ESB, JMS, JMX, dll.

Dengan begitu, file WAR "harusnya" sih kecil (dan pada kasus2 simple tetep kecil). Kenyataannya file WAR tetep banyak yang gede2, karena banyak library yang dibutuhkan yang belum tentu ada di paket AppServer yang awal, atau ada versi baru. Ato bahkan bisa konflik.

OSGi development on the other hand, membebaskan kita untuk menentukan "platform" sendiri. Mau pake CXF, Spring, JSF dll. versi berapa aja terserah. Deploynya bukan dalam bentuk 1 WAR gede, tapi dalam bentuk beberapa war+jar+cfg kecil2. JAR untuk library. WAR untuk webapp (dalam sebuah aplikasi OSGi bisa ada banyak WAR, masing2 WAR bisa punya servlet sendiri2, namun antar WAR bisa berkomunikasi via OSGi). Dan CFG untuk mengkonfigurasi service2 di dalam WAR/JAR tsb.

Kalo deploy di Application Server tradisionil tinggal copy ke "deploy"…. di OSGi pun sama persis. Baik menggunakan superlightweight (Pax-Runner + DirInstaller, ini cara yang dipakai ModuleFusion), moderately lightweight (Apache ServiceMix Kernel), maupun full-fledged (SpringSource dm Server).

Bedanya adalah berapa banyak library yang di-bootstrap oleh "underlying platform" sebelum "platform kita sendiri".

Misalnya kalo kita hanya mengandalkan Pax-Runner + DirInstaller, maka loggingnya harus di-specify sendiri, terus Spring, dan lain-lain kudu di-setting juga. Bukan setting sih, lebih tepatnya drag&drop JAR-JAR untuk library2 tersebut.

Kalo pake OSGi container yang agak lengkap, misalnya Apache ServiceMix Kernel. Ini sebenarnya konfigurasinya nyaris sama dengan yang barusan tadi, karena platform dasarnya tetap Apache Felix + "DirInstaller" bawaan ServiceMix (bertugas untuk autodeploy dan auto-undeploy). Bedanya adalah ServiceMix ini sudah punya bawaan logging, administration console, dan juga Spring dll. ServiceMix Kernel sudah cukup lengkap dengan size hanya 5,3 MB (ServiceMix Kernel lho, bukan paket lengkap yang beserta NMR untuk support JBI). Kecil sekali bukan untuk sebuah application server??

Yang lebih luengkap lagi adalah SpringSource dm Server. Ini bisa dibilang isinya adalah semacam ServiceMix Kernel plus web-based admin interface, web support/WAR built-in (JSP, JSF, dll.). Makanya ukurannya juga rada gede (32.4 MB).

New Ubuntu 8.10: The Intrepid Ibex!

Ubuntu’s latest version 8.10 Intrepid Ibex has just been released a few minutes ago!

Congratulations to Canonical team for releasing this fresh new Ubuntu!

The Ubuntu team is pleased to announce Ubuntu 8.10 Desktop and Server,
continuing Ubuntu’s tradition of integrating the latest and greatest open
source technologies into a high-quality, easy-to-use Linux distribution.

Read more about the features of Ubuntu 8.10 in the following press releases:

Desktop edition    http://www.ubuntu.com/news/ubuntu-8.10-desktop
Server edition     http://www.ubuntu.com/news/ubuntu-8.10-server

Ubuntu 8.10 will be supported for 18 months on both desktops and servers.
Users requiring a longer support lifetime may choose to continue using
Ubuntu 8.04 LTS rather than upgrading to or installing 8.10.

Ubuntu 8.10 is also the basis for new 8.10 releases of Kubuntu, Xubuntu, and
UbuntuStudio:

http://kubuntu.org/news/8.10-release
http://xubuntu.org/news/intrepid/release
http://ubuntustudio.org/8-10_release_note

To Get Ubuntu 8.10
——————

To download Ubuntu 8.10, or obtain CDs, visit:

http://www.ubuntu.com/getubuntu

Because Ubuntu 8.04 LTS is a long-term support release, users of that
release will not be offered an automatic upgrade to 8.10 via Update Manager.
For instructions on upgrading to Ubuntu 8.10, see:

http://www.ubuntu.com/getubuntu/upgrading

As always, upgrades to the latest version of Ubuntu are entirely free of
charge.

We recommend that all users read the release notes, which document
caveats and workarounds for known issues.  They are available at:

http://www.ubuntu.com/getubuntu/releasenotes/810

Find out what’s new in this release with a graphical overview:

http://www.ubuntu.com/getubuntu/releasenotes/810overview

If you have a question, or if you think you may have found a bug but
aren’t sure, try asking on the #ubuntu IRC channel, on the Ubuntu Users
mailing list, or on the Ubuntu forums:

#ubuntu on irc.freenode.net
http://lists.ubuntu.com/mailman/listinfo/ubuntu-users
http://www.ubuntuforums.org/

Helping Shape Ubuntu
——————–

If you would like to help shape Ubuntu, take a look at the list of ways
you can participate at:

http://www.ubuntu.com/community/participate/

About Ubuntu
————

Ubuntu is a full-featured Linux distribution for desktops, laptops, and
servers, with a fast and easy install and regular releases.  A
tightly-integrated selection of excellent applications is included, and
an incredible variety of add-on software is just a few clicks away.

Professional technical support is available from Canonical Limited and
hundreds of other companies around the world.  For more information about
support, visit:

http://www.ubuntu.com/support

More Information
—————-

You can find out more about Ubuntu and about this release on our website:

http://www.ubuntu.com/

Come on, let’s download it!

Pinjam Tangan Multifungsi: Gratis!!!

Baru baca sebagian buku “Kun Fayakun” karangan Ustadz Yusuf Mansur, gara2 dipinjami sebentar oleh bapak pemilik Warteg.

Ada satu bagian yang sangat menyentuh hati saya, di halaman 108.

Diceritakan bahwa kita tidak memiliki apa-apa. Mata bukan milik kita. Begitu pula tangan, hati, semua bagian tubuh dan juga harta yang kita miliki.

Oh, jadi sedih, kalo bibir pinjaman ini, mencium bibir lain yang kebetulan dipinjamkan ke seorang wanita, yang kebetulan wanita tersebut belum dihalalkan bagi saya. Sedih juga, kalo mata pinjaman ini, melihat hal-hal yang tidak dihalalkan bagi mata “saya”.

Jangan tanya apakah ini pengalaman pribadi, kalo Anda kebetulan wanita yang mempertimbangkan saya sebagai pasangan hidup, tentunya harus tau dong calonnya seperti apa? ;-)

Pemilik barang-barang pinjaman ini yaitu Allah tentu saja berhak memberi peraturan barang2 pinjamannya mau diapain. Yang boleh, yang disarankan, dan yang dilarang.

Kemarin baru nginep di Hotel Horison Bandung berhubung ada acara di IT Telkom. Kalo misalnya di hotel itu sepreinya robek, misalnya, pastilah dicharge tambahan. Kalo misalnya TV-nya kita pecahin, tentunya kami disuruh ganti.

Ternyata berbeda dengan barang2 pinjaman di tubuh saya ini, belum pernah saya disuruh ngganti kalo misalnya penggunaannya nggak sesuai peraturan. Bahkan kalaupun mau kena “extra-charge,” caranya sederhana:

“Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Al-Maa’idah: 74]

Apalah artinya tubuh saya dibandingkan seprei, TV, atau barang2 hotel lainnya. Aku takut kalau2 HP-ku rusak, laptopku rusak, tapi astaghfirullah jarangnya aku berpikir saat merusakkan mataku, tanganku, dan barang2 lainnya yang cuma pinjam. Pinjam alias gratis, bukan sewa. Subhanallah.

Yang bikin lebih sedih lagi…

Berkata Nabi Musa AS:” Dosa apakah yang lebih besar daripada dosa wanita yang telah berzina dan membunuh anak dari hasil perzinahan tersebut, Ya Jibril???”. Jibril menjawab:” Seseorang yang meninggalkan Sholat dengan sengaja”.

Astaghfirullah, ternyata apa yang ku(tidak)lakukan selama ini lebih berat dosanya dibandingkan sebuah pekerjaan yang sangat keji yaitu berzina dan membunuh.

Ngomong begini bukan karena Ramadhan, bukan karena aku sok alim, justru karena jauh dari itu. Kalau udah alim mungkin bakal malah jarang ingat kesalahan2 diri sendiri, jadi aku nggak mengidamkan jadi “orang alim”. Semoga posting ini bisa jadi pengingat untuk diriku sendiri; kalo bisa berguna bagi yang lain tambah alhamdulillaah lagi. Amiin.

“I could’ve spent more time worshipping You…”

Ya Allah...

SacredLearning.org is an Islamic web site Parama Danoesubroto recently shared with me which, among other useful materials, contains general talks by Shaykh Husain Abdul Sattar (as freely downloadable audios).

Parama initially made me interested with a talk titled “Wisdom of Wealth” which is excellent.

I begin to listen to the other talks. Actually I dutifully enjoy his talks that my laptop is continuously downloading all of the rest of the talks (including the right-on-time Ramadan classroom) using my trusty DownThemAll. ;-)

And then I struck gold, in Muraqabah – Step by Step Approach:

… Ya Allah, You made the night so short. If You’ve made it longer, I would’ve been able to spend more time worshipping You …

That passage, perhaps exclusively that passage, was so personally intense to me that I started to cry at that point. I rewind it, just to hear the Shaykh say it. And again. And again. And again.

It clicked. In Dedi’s words, I definitely ‘blinked…’

. . .

To make a long story short, it directly connects to what I felt in a couple of disastrous (but mysteriously uplifting!) events a few of years ago. Not many people will find that passage special, if at all. (Much like the words “Sabar dan Ikhlas, itu adalah Islam” in Ayat-ayat Cinta movie.)

How could a self-proclaimed secular guy like me would even think in the ways of “more time worshipping God?” Well a few years ago, it wasn’t my thinking. It was my feeling, and clearer than crystal at that. A glimpse of Allah would make me burst into tears instantly (that I was thinking it’d be easy for me to get a melancholic role in Hollywood.)

Let alone Allah, a tiny drop of tea or a single piece of rice, as sample reflections of Allah’s “nikmat” did literally make my heart tremble… almost uncontrollably.

Shaykh Husain also provided a very clear rationale (at least for me) –that I doubt any of my friends at that time actually understood how it felt when…

“…you get to that state; that perception and that attachment becomes more valuable than anything to you in the world… And when you do something that derails you from that, and you lose that, it would be so disgusting to you…”

To date, this is the best explanation I ever heard about what I felt…

…or is it?

Is it just my illusion of a simply psychiatric mental state? It would be much easier for me to think that way, but too many things are just “too right” (if there is that word.)

But even if things are too right, as I said I was (and OMG still am) highly secular, which means highly unlikely to have anything to do with, err…  muraqaba. Wouldn’t you think?

Hopefully soon things will unfold in the best way for me… Amin.