Bank Mandiri, Grow Up Please!
August 9, 2007 //
Ada nggak sih hubungannya JetBlue dengan Bank Mandiri? Hayo?
Hari ini saya dapat beberapa kali telepon dan SMS dari Bank Mandiri, yang isinya dan intinya adalah… sorry ye, takutnye gue dituntut lagie karena melanggar rambu-rambu alias NDA. (???) Penonton dipersilakan kecewa ![]()
Anyways… saya mungkin sekali salah, tapi saya kira saya lebih suka sikap dari CEO JetBlue dibanding… [continue yourself with your own wildest assumptions please] ![]()
I never experienced their crisis myself, but compared to that itchy blog post… Hello, at least “they” have a dedicated blog telling the world about abuse & neglection by JetBlue employees!
What a difference a week makes. A few short days ago, JetBlue was in danger of becoming widely known as “Jet Black and Blue.” But a combination of nimble damage control and a quick change of tactics in reaction to a Sunday night snowstorm has helped JetBlue’s regain its footing. Corporate image experts are taking notice.
How did they do it? With a blunt three-word statement: I am “humbled and mortified.”
With that confession, JetBlue CEO David Neeleman managed to turn a public relations nightmare into a second chance at brand establishment at the airline he founded. It was the start of a remarkable 5-day turnaround that has set a new standard for corporate damage control…
And of course, who doesn’t love what Jonathan Schwartz, Sun Microsystems’ CEO, said to Linus Torvals openly?
I wanted you to hear this from me directly. We want to work together, we want to join hands and communities - we have no intention of holding anything back, or pulling patent nonsense. And to prove the sincerity of the offer, I invite you to my house for dinner. I’ll cook, you bring the wine. A mashup in the truest sense.
So, I was complaining to Bank Mandiri in a public forum? I thought these were?
- Epinions.com. Unbiased reviews by real people.
- ConsumerSearch.com. Reviewing the Reviews.
- ConsumerReports.org. Share your views and opinions with other subscribers.
- My3Cents.com. The consumer revolution!
- ConsumerDirect.gov.uk
- RateItAll. The opinion network.
- Complaints.com. Publicize and read customer complaints.
- ConsumerReview
- ConsumerAffairs. Knowledge is power!
- …dan beberapa lagi di PeopleSpot
Mungkin akan lebih baik andaikan semakin banyak yang setuju dengan Kunci Public Relations masa depan adalah Partisipasi, bukan Pitching:
Komunikasi horizontal dan pembangunan collective intelligence yang menjadi ciri Web 2.0 sangat cocok dengan kebutuhan PR di zaman modern dimana masyarakat semakin skeptis terhadap otoritas, dan karenanya tidak mempan terhadap komunikasi vertikal yang biasa dilakukan sejak dulu dalam briefing pemerintah, press release korporat dan komunikasi satu arah. Komunikasi dua arah yang dimudahkan oleh Web 2.0 seiring juga dengan pengertian “conversational marketing“, istilah lama yang sudah dipakai sejak 10 tahun yang lalu, tapi menjadi trend kembali karena adanya kebutuhan saluran alternatif untuk komunikasi yang terbuka dan jujur.
Di luar negeri… yah di negeri antah berantah gitu, artikel seperti (contohnya) Another Soul That Left Novell — Vice President for Americas Operations di Boycott Novell sepertinya hanya dianggap angin lalu saja.
Netscape dengan blognya… Do No Evil…
Bill Gates, orang #1 terkaya di dunia saja “tidak marah”.
Bagaimana dengan di Indonesia…?
Lihat kasus Blogger (Nila Tanzil) vs TV Swasta (SCTV):
Aha, ternyata si produser marah karena penyiarnya itu — dia menyebut nama Nila — telah mengungkapkan nama stasiun nasional itu, yaitu SCTV. Dia juga marah karena Nila tak memberi tahu kalau akan menuliskan pengalamannya di blog sehingga si produser tak bisa memberi semacam “petunjuk” agar tulisan Nila tak mengganggu hubungan baik.
Si produser kelihatannya juga marah karena ada salah satu rambu yang tak ditaati. Saya tak tahu apa yang dimaksud rambu itu. Klausul dalam kontrak kerja antara stasiun televisi dan freelancer? Jangan-jangan kontrak itu tak menyebut-nyebut soal posting blog? Jangan-jangan si produser tak mengantisipasi kemungkinan munculnya blog?
Juga Foto Mayangsari adalah Rekayasa #2 by Herman Saksono :
1 jam setelah menulis blog ini saya menerima SMS ancamaan yang memberitahukan bahwa yang mencak-mencak bukan Ring 1 Linux, melainkan Ring 1 Microsoft.
Kutipan dari majalah Tempo yang dikutip oleh Mas Priyadi:
Apalagi pernyataan Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika Partai Demokrat, Roy Suryo, yang mengatakan bahwa Herman sudah “dibina” karena kasus ini, terdengar sangat beraroma suara pembela pemerintah zaman Orde Baru” yang alergi dengan segala yang berbau kritik dan kebebasan berekspresi. Seharusnya kita lebih terfokus menangani seabrek masalah penting lainnya ketimbang perkara perentil-perentil begini.
Memang konflik seperti ini cukup lumayan dampaknya (lanjutan kutipan):
Republika juga memuat artikel Makna Lain Dari Sebuah Kelucuan.
Kata Roy, bukan cuma Herman yang ‘tersandung’ SBY. Kemarin, seorang blogger lain, Priyadi Iman Nurcahyo (28 tahun), diundang tim khusus Departemen Kominfo dan Unit Cyber Crime Polda Metro Jaya. Dalam situs pribadinya, pria yang pernah kuliah di Teknik Informatika ITB itu menyebut SBY suka mengirimkan SMS-SMS tak bermutu, sehingga perlu diperiksa.
Kedua tulisan itu tentunya salah total dan saya sudah mengirim klarifikasi ke kedua media tersebut. Tak ketinggalan, saya juga menulis melalui blog dalam artikel Tanggapan Terhadap Pernyataan Roy Suryo di Hotel Aryaduta dan Jawaban Atas Pemberitaan Republika.
Blog oh blog… Haruskah selalu dikasih disclaimer? Is it really effective? Does it protect us?
Keterkaitan Dengan Organisasi/Institusi/Perusahaan Tempat Kita Bekerja
Sebutkan bahwa opini dalam blog anda adalah opini anda pribadi dan tidak mewakili perusahaan tempat anda bekerja, misalnya:
Opini yang ditulis dalam blog ini adalah semata-mata opini pribadi saya dan tidak mewakili sikap atau pendapat organisasi atau institusi atau perusahaan yang berkaitan dengan saya langsung maupun tidak langsung.
Kebenaran Informasi di Blog
Sebutkan bahwa blog ini bukanlah hasil dari jurnalisme, misalnya:
Blog ini adalah blog pribadi saya dan tidak ada jaminan bawa tulisan di blog ini akan adil, tidak bias dan seimbang. Bersikaplah dewasa dan jika anda membutuhkan opini dari pihak lain atau pihak yang berseberangan pendapat, anda dapat mencarinya dari sumber lain. Informasi yang disediakan oleh blog ini bersifat apa adanya, tanpa jaminan dengan kepercayaan penuh pada kedewasaan para pembacanya.
Tentang kemerdekaan berekspresi…
“Saya belum pernah mengalami ada orang yang merasa dirugikan oleh blog saya, tapi ada juga beberapa komentar yang menyakitkan hati, tapi saya menanggap itu sebagai suatu proses menuju perbaikan diri. Maksudnya, saya tidak bisa mengharapkan semua pembaca blog saya seide dengan saya. Lalu, ada juga pembaca blog yang menangkap pesan yang berbeda sama sekali dari pesan asli tulisan saya dan kadang mereka bereaksi keras terhadap tulisan saya. Ya, hal itu saya anggap sebagai input. Berarti tulisan saya masih ada biasnya dalam bertutur,” ucap Davina.
Dan kalau Anda masih ingat:
Masih segar dalam ingatan kita kasus yang menimpa salah seorang blogger Yogyakarta akhir tahun silam, Herman Saksono yang secara bersendau gurau memodifikasi wajah foto intim Mayangsari dan Bambang Trihatmodjo dengan wajah tokoh-tokoh terkenal, termasuk Presiden SBY dan dimuat di blognya. Meski Presiden SBY tidak menanggapi kasus ini secara serius bahkan sempat tertawa ketika ditanya saat pertemuan di Kedubes RI di Thailand, tak urung Herman sempat dijadikan tersangka oleh Kepolisian dengan dakwaan penghinaan kepada kepala negara atas dasar pasal 134, 136 dan 137 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.
“Kritik” kepada Presiden Indonesia mungkin bukan apa-apa dibanding uneg-uneg Rendy Maulana ini:
Kembali Ke Zaman Kuda Gigit Besi kasiaaaan deh…
haree gene masih bilang Blog itu begini begono…?
berikut kutipannya
Menteri Penerangan Malaysia, Zainuddin Maidin, pun ikut menunjukkan sikap kontroversinya. Zainuddin menyerukan pada koran lokal untuk tidak mengutip informasi dari blog atau menjadikan blog sebagai sumber informasi, karena banyak situs yang hanya menyebarkan rumor belaka.
Menurutnya, kebanyakan situs saat ini ditujukan untuk aksi provokasi yang dijalankan oleh para jurnalis frustasi dan cendekiawan politis.
“Jangan kutip kata-kata mereka karena hal itu hanya akan membuat Anda kehilangan harga diri sewaktu Anda menulisnya. Jangan akui keberadaan situs anarkis seperti itu,” ujar Zainuddin seperti dilansir AFP dan dikutip detikINET, Kamis (22/3/2007).
Informasi yang ada dalam blog, lanjut Zainuddin seperti dikutip kantor berita Bernama, bisa menjadi sesuatu yang provokatif, mengandung muatan politis, kurang akurat dan kebanyakan mengandung rumor yang digunakan hanya untuk kepentingan partai-partai tertentu saja.
Zainuddin juga menyerukan pada warga Malaysia untuk mengandalkan kebenaran hanya yang bersumber dari media mainstream saja.
Blogger Dizolimi, Astagfirullah…
What a stupid minister…
Mungkin kali lain, lebih baik memilih anonim?
Tetapi menurut hemat saya sebuah pernyataan benar karena memang kenyataannya adalah benar, bukan karena siapa yang membuat pernyataan tersebut dan juga bukan karena apakah identitas yang membuat pernyataan tersebut jelas atau tidak jelas. Anonimitas tidaklah mengurangi nilai kebenaran dari sebuah informasi, dan dalam beberapa kasus bahkan sangat dibutuhkan. Contohnya adalah kasus Watergate yang saya angkat sebagai pembuka tulisan saya ini.
Instead of complaining, why don’t we try Changing the World One Gift at a Time:
I was particularly touched by my interview with Deron Beal, the Executive Director and founder of the Freecycle Network, so I thought I’d share it here. Freecycle is a nonprofit that facilitates people giving and getting stuff for free in their own towns.
“So how can I be truly happy?!”
Do what the richest two folks in the world do: Start giving.
…
During gift-giving season, what makes you happier?
- a) Searching, buying, giving gifts to family/friends.
- b) Receiving your gifts.
Unless you’re some psychotic gold-digging bastard, your brain subconsciously felt when you received your gifts:
“Good gosh mutha-!@#$%^! I was so much happier when I gave those gifts. Ahh!”
Syukur2 malah bisa dapat kartu pers:
Kompas Cybermedia menurunkan sebuah laporan menarik tentang blogger di Amerika yang mendapat akreditasi untuk meliput persidangan di gedung pengadilan Amerika. Mereka yang mencatat sejarah itu adalah dua orang anggota Media Bloggers Association, MBA. Kalau lihat di websitenya, mereka ini sebuah organisasi non partisan yang antara lain bertujuan untuk mendukung pengembangan blogging atau citizen journalism sebagai sebuah media yang baru, sekalian menyokong kekuatan pers plus beberapa penjelasan lainnya.
Atau yang paling bagooooosss… makan-makan yuk!! =)) MAU?!?!?!?
Dan ditutup dengan ini. (sumber)
[...] Semoga dengan makanan membuat bangsa ini lebih bersatu lagi. Mimpi ! Tidak apa-apa. Dengan mengutip pernyataan teman saya bahwa mimpi merupakan tujuan hidup kita. Jadi, semua itu diawali dari mimpi. Selamat Makan Siang !
Now, it’s time for re-introspection…
Is there anything “bad” about *me* (yeah, yours truly, the writer of this blog post) on the Internet? I can assure you there is, there are, and in fact lots of them. [Hint: it's very easy to search for them... The truth is out there... (and it hurts)]
So what? ![]()
Update:
This is an automatically generated Delivery Status Notification
Delivery to the following recipient failed permanently:
retnowidya@plasa.com
Technical details of permanent failure:
PERM_FAILURE: SMTP Error (state 13): 550 No such account retnowidya@plasa.com
Ah Bank Mandiri… It’s not even funny =)) I’d love to let Bank Mandiri Cabang Bandung Jamika’s CO Manager know how to use her e-mail properly… Schedule an appointment, shall we? ![]()
Independent advice:
Certifications like ccda and mcsd are easier to comprehend if one has already done the basic courses. In security training, these things matter a lot. This is why mcdba is a prerequisite for a+ certification as well as cisco certification. When the rest of the training presumes, they usually catch up on missed terms.












Add New Comment
Thanks. Your comment is awaiting approval by a moderator.
Do you already have an account? Log in and claim this comment.
Add New Comment